PERJALANAN

Berkunjung ke Pusat Buku Bekas Padang

Saya sudah lama sekali ingin berkunjung ke pusat buku bekas Padang yang berada di Pasar Raya Lantai 2 di kawasan Padang Teater. Namun, karena berbagai kesibukan dan banyaknya kegiatan niat ini selalu tertunda. Alasan lain sih sebenarnya karena tidak ada teman yang cocok untuk ke sana.

Kenapa saya bilang teman yang cocok, karena nggak semua orang hobi buku dan membaca. Pergi ke tempat seperti toko buku, pusat buku bekas seperti ini kita butuh teman yang cocok dan hobi yang sama. Jika tidak teman tersebut justru yang tidak nyaman berada di sana karena dia tidak betah berlama-lama.

Jadi ceritanya hari minggu (15/4) kemarin sehabis meliput kegiatan Beat Diabetes nya Tropicana Slim saya dan Nanda berencana untuk ke Pusat Buku Bekas Padang di Padang Teater. Tapi setelah tanya-tanya ternyata di sana tokonya baru buka sekitara jam 11 siang.

Jam 11 siang Om Yusrizal KW menelepon saya, dan berita baiknya Beliau ternyata juga ingin ke sana mengunjungi langganannya dulu sewaktu masih sering membeli buku bekas. Akhirnya kami berangkat sekitar jam 12 siang ke Pasar Raya.

Sekedar informasi di Blok Pusat Buku Bekas ini juga terdapat bagian khusus jasa jahit menjahit, penjual batu akik, penjual burung (yang membuat bau tidak nyaman di sini karena baunya seperti kandang ayam) dan yang paling tidak enak adalah salon esek-esek.

Untungnya untuk menuju ke toko-toko buku bekas kita tidak melewati salon esek-esek ini. Om Yusrizal KW punya langganan toko Papa Mama di sini dan kami berdua langsung menuju ke sana.

Om Yusrizal KW melihat-lihat buku di Toko Buku Papa Mama di Pusat Buku Bekas Padang
Om Yusrizal KW melihat-lihat buku di Toko Buku Papa Mama

Kami menemukan beberapa buku menarik, bahkan Om KW (sapaan akrab beliau) menemukan buku “Kumpulan Karangan” Bung Hatta dan “Kumpulan Pidato” Bung Hatta. Kumpulan Karangan Bung Hatta bahkan dibeli dengan harga Rp 250.000 dan bapak pemilik toko meminta untuk tidak menawar buku tersebut karena itu buku yang sangat Ia sukai.

Dan kami juga menemukan sebanyak 50 seri buku Wiro Sableng karangan Bastian Tito. Dan Om Kw langsung membeli semuanya… wkwkwk.

50 Seri buku Wiro Sableng Karangan Bastian Tito di Pusat Buku Bekas Padang
50 Seri buku Wiro Sableng Karangan Bastian Tito di Pusat Buku Bekas Padang

Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di sana karena ada jadwal kegiatan lain. Saya pun tidak sempat mengambil gambar sisi-sisi lain Pusat Buku Bekas Padang ini. Tapi, terakhir kali saya ke sana sekitar tahun 2010 jika dibandingkan dengan kondisi sekarang ada perbedaan yang sangat jauh.

Sekarang ini Pusat Buku Bekas Padang ini jauh lebih sepi, toko buku bekas banyak yang sudah tutup dan gulung tikar. Pembeli datang ke sana lebih banyak mencari buku kuliah atau pelajaran atau juga materi skripsi.

Sekian cerita saya kali ini. Lain kali rencana ingin mampir lagi menggali lebih banyak lagi.

Tagged ,

About Emen

Saya Bukan Super Hero | Saat ini sebagai COO infoSumbar dan aktif di Komunitas bersama Social Media Sumbar, Blogger Palanta, Relawan TIK dan berbagai Komunitas lainnya di Kota Padang |
View all posts by Emen →

4 thoughts on “Berkunjung ke Pusat Buku Bekas Padang

  1. Dulu pernah berkunjung kesini, ketemu buku yang sangat menarik untuk di baca seputar Minangkabau. Judulnya Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang.

      1. sungguh benar, aroma dari kotoran burung di dekat toko buku bekas tersebut tidak mengenakkan. Mestinya pemerintah daerah melalui dinas terkait memberikan ruang yang lebih representatif untuk toko buku bekas tersebut. Dalam pada itu, warung “palasah” yang ada di dekat kedai tersebut semakin menambah ketidaknyamanan untuk berkunjung. Meminjam kata Esha Tegar Putra, beban historis terhadap keberlangsungan budaya literasi di Sumatera Barat bagi generasi penerus.

Leave a Reply