REVIEW, TECH

[REVIEW] Linux Manjaro 17.1.7 XFCE Version

Linux Manjaro

Saya adalah pengguna Linux aktif sejak tahun 2009. Waktu itu saya beralih ke Linux karena laptop terkena virus dan sudah bisa atasi lagi dengan antivirus manapun. Berhubung karena waktu itu di kampus sedang belajar Linux dan ada Live CD Ubuntu, maka akhirnya saya pindah ke Linux.

Sejak itu saya memakai Linux sebagai sistem operasi sehari-hari, nggak dual boot. Linux tok. Dulu awal-awal saya suka ubuntu. Yang paling asik menurut saya versi 10.04 yang enak banget, apalagi pakai compiz. Terus terakhir pakai ubuntu versi 12.04.

Setelah itu saya pindah ke Elementary OS dan cukup lama sampai 2017 kemarin. Karena waktu itu di elementary ada error dan saya males utak atik akhirnya saya memutuskan mencoba beberapa distro lain.

Pertama saya sempat ke Fedora, nyoba Fedora 27. Enak dan nyaman tapi karena defaultnya GNOME dan memakan ram cukup besar saya males. Akhirnya setelah browsing-browsing pilihan jatuh ke Arch.

Tapi…. karena emang dasar saya males, nginstall Arch itu butuh skill lebih karena nggak ada GUInya. Ya saya malas… haha.

Akhirnya ketemulah Linux Manjaro yang merupakan OS based on Arch. Jadi Manjaro ini punya Repository sendiri dan dia juga akses ke Repositorynya Arch. Jadi aplikasinya kumplit.

Saya download dan install Linux Manjaro 17.1.7 dengan Desktop Environment bawaan XFCE. Karena dari awal saya niatnya nyari OS yang memang ramah terhadap RAM.

Dan ternyata memang enak, saat pertama start Manjaro XFCE ini hanya mengkonsumsi RAM sebesar 550 MB. Saat pakai Elementary OS dulu saat start pertama konsumsi RAMnya sekitar 750 MB. Pakai GNOME bisa sampai 900 MB – 1GB di saya.

Sejauh ini tidak ada kendala buat saya dalam menggunakan Linux Manjaro ini, perintahnya juga gampang. Terus wikinya juga lengkap, petunjuk apapun bisa dibaca di situ.

Di situs Distrowatch Linux Manjaro berada di posisi kedua saat ini. Kalau menurut saya sih bakal bisa ngalahin Linux Mint di peringkat pertama.

Dulu saya mengira XFCE ini jelek, ternyata bisa bagus juga kalau dikostumisasi dengan tepat. Saya cuma nambahin conky sama compiz terus mainin theme doang. Tampilannya jadi apik kayak gini.

Manjaro
Linux Manjaro 17.1.7 XFCE dengan beberapa kostumisasi

Untuk installasi software juga gampang di Manjaro, tinggal cari, centang dan apply. Beres deh. Kalau mau pakai terminal juga bisa. Jika di debian dan turunannya ada apt, fedora ada dnf maka di Manjaro ada pacman.

Manjaro
Buat yang malas pakai terminal bisa install software dari sini

Kesimpulan dari tulisan ini, buat saya Linux Manjaro rekomen untuk digunakan, cukup stabil, aplikasi juga banyak di repository. Dukungan komunitas di berbagai forum untuk troubleshoot juga banyak. Buat yang nggak bermasalah dengan RAM bisa nyobain Manjaro dengan Desktop Environment lain. Lebih lanjut tentang Manjaro bisa buka di sini.

Tagged , ,

About Emen

Saya Bukan Super Hero | Saat ini sebagai COO infoSumbar dan aktif di Komunitas bersama Social Media Sumbar, Blogger Palanta, Relawan TIK dan berbagai Komunitas lainnya di Kota Padang |
View all posts by Emen →

Leave a Reply