PERJALANAN

Menginap di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Lebih Seru Dari Hotel!

Kehangatan di sebuah tempat yang baru kita kunjungi, (seringkali) membawa kita kembali ke tempat tersebut.

Hal itulah yang saya rasakan ketika menginap di Rumah Gadang di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan. Ketika pertama kali saya datang dan menginap di sana, saya sudah menebak bahwa saya suatu saat pasti akan ke sana lagi.

Ternyata benar, beberapa hari lalu datang tawaran dari Uda Nofrins kepada kami Blogger Palanta untuk menjelajah keindahan Solok Selatan. Pertama mendengar tawaran tersebut, dalam hati saya sangat senang. Terbayang kembali memori saat pertama kali datang ke Solok Selatan.

Sama dengan perjalanan saya pertama, perjalanan kali ini kami juga sampai di Kawasan Saribu Rumah Gadang pada sore hari. Pukul 16.00 wib, kami memasuki gerbang masuk Kawasan Saribu Rumah Gadang, di mana di kawasan ini ada sebanyak 130 Rumah Gadang dalam satu kawasan. Dan ada 10 rumah yang sudah dijadikan sebagai penginapan.

Untuk penginapan kedua ini sama persis dengan kedatangan saya pertama yaitu di Rumah Gadang 002, tuan rumahnya Kak Iind yang ramah dan tentu saja jago masak.

menu sarapan pagi hari pertama

Ketika datang kami disambut Kak Iind di depan tangga rumah. Setelah beramah tamah, kami pun langsung masuk ke Rumah Gadang. Sebagai informasi, menginap di Rumah Gadang, Kawasan Saribu Rumah Gadang ini berbeda dengan menginap di penginapan biasa. Kita tidak tidur di dalam kamar, melainkan di ruang tengah rumah gadang.

Di ruang tengah yang besar tersebut, diletakkan kasur-kasur yang lengkap dengan selimut dan bantalnya. Lalu bagaimana jika ada wisatawan wanita dan laki-laki. Biasanya Rumah Gadangnya akan dipisah, kalau wanitanya satu atau dua orang bisa di kamar. Tapi kalau enjoy aja mah bisa bareng di ruang tengah, karena masing-masing di kasih kasur.

Saribu Rumah Gadang
Baru nyampe dan kami leyeh-leyeh dulu

Untuk tarif menginap di Rumah Gadang, Kawasan Saribu Rumah Gadang ini per orangnya dikenakan tarif Rp 250.000 per malamnya. Dengan itu kita sudah dapat makan malam dan makan pagi dengan kuliner khas Solok Selatan. Kalau mau request juga bisa kok.

Semua makan di sini masih dimasak menggunakan tungku dan kayu. Inilah salah satu yang membuat kenapa makanan di Saribu Rumah Gadang menjadi istimewa. Semua “ketradisionalannya” masih terjaga dengan baik.

Makan pagi pertama kami, hidangannya adalah makanan khas Solok Selatan yaitu Pangek Pisang. Makanan otentik dari Solok Selatan, tak ada daerah lain di Sumbar yang memiliki makanan ini. Makan pagi kedua, kami menikmati goreng pisang dengan ketan hitam. Dipadu dengan kopi asli Solok Selatan menjadikan pagi kami begitu syahdu.

Pangek Pisang
Pangek Pisang dan Pasangannya, Ketan Hitam | Difotoin Uda Nofrins

Untuk makan malam, pada hari pertama kami mendapat hidangan dengan makan bajamba. Semua yang terhidang malam itu kami lahap habis. Pada hari kedua lebih istimewa lagi, kami makan malam dengan konsep Makan Gadang (Besar), dengan nasi serta lauknya dihidangkan di atas daun pisang.

Saribu Rumah Gadang
Hidangan di malam pertama di Kawasan Saribu Rumah Gadang
ludes

Tak kata lain selain rasa syukur bahwa negeri kami di Sumatera Barat ternyata hanya ada dua jenis makanan, enak dan enak banget. Tentu saja tak lupa terima kasih kepad Kak Iind yang telah memasakkan makanan bagi kami malam itu.


Hal istimewa lainnya dari Kawasan Saribu Rumah Gadang ini adalah suasana perkampungan yang masih terjaga. Jika Kamu orang yang sibuk, sumpek dan bosan dengan suasana perkotaan, menghabiskan dua malam di Kawasan Saribu Rumah Gadang akan membuat pikiranmu kembali segar,

Bayangkan, kamu bangun di pagi yang dingin, embun membasahi dedaunan, suara ayam, itik, anjing dan burung-burung menyatu membuat alunan musik mereka sendiri.

Keluar dari rumah kamu akan menemukan petani, beberapa bersama anaknya pergi ke ladang dan ke sawah. Beberapa yang mempunyai warung sudah sibuk mengambilkan dan menyajikan ketupat kepada pera pelanggan. Para lelaki yang belum sarapan juga berkumpul, mengopi dan mengobrol sesama mereka.

Bagi saya sendiri yang masih tinggal di kampung, sebenarnya hal ini terasa biasa. Tapi dari sisi lain, saya selalu merasa hal ini istimewa.

Jika Kamu menyukai hal-hal berbau sejarah, di kawasan Saribu Rumah Gadang ini juga ada namanya Surau Menara. Sesuai namanya Surau ini memiliki menara, tapi menaranya bukan terpisah, melainkan berada di tengah surau dan menjadi satu kesatuan dari Surau tersebut.

Surau Menara
Surau Menara | Ini siapa yang motoin? lupa :))

Kamu bisa naik ke atas menara tersebut dan dari sana akan terlihat pemandangan Kawasan Saribu Rumah Gadang dari atas. Memandang sekeliling kamu akan menemukan gonjong rumah gadang.

“Kayaknya kalau atlet terjun payung tidak bisa mendarat di Kawasan Saribu Rumah Gadang. Salah-salah mendarat pantatnya bisa tertusuk,” canda saya pada waktu itu.


Di era digital kayak gini spot foto kayaknya penting ya kalau jalan-jalan. Spot foto favorit di Kawasan Saribu Rumah Gadang ini ada di Rumah Gadang Gajah Maaram, salah satu Rumah Gadang tertua di kawasan ini. Lokasi ini pernah dipakai untuk syuting film Di Bawah Lindungan Ka’bah.

Kami hunting foto di sini langsung setelah sampai di Rumah Gadang tempat menginap. Setelah istirahat sebentar dan meletakkan barang-barang kami langsung foto-foto di lokasi ini.

Sebenarnya kalau datang dalam grup lebih besar lagi, atau dulu saya datang bersama Kak Ade dengan Zanzi Toursnya, maka kamu akan bisa melihat atraksi Tari Tampuruang khas Solok Selatan dan Silek Luncua, aliran Silek yang berkembang di daerah ini.

Oiya tips lainnya, kamu juga bisa bawa perlengkapan pakaian minang jadul ke sini. Jadi, bisa berfoto ala-ala jaman dulu.

Saribu Rumah Gadang
foto bareng setelah hunting

Sekian cerita perjalanan saya dan teman-teman Blogger Palanta di Kawasan Saribu Rumah Gadang. Saya tunggu cerita kamu, pengalamanmu sendiri di Kawasan Saribu Rumah Gadang.

Tulisan Lainnya Tentang #PesonaSolsel :

Tulisan Saya Sebelumnya :

Pesona Solok Selatan (Prolog)
Air Terjun Kembar Solok Selatan, Segarnya Dobel

Ubay :

Solok Selatan, Kilauan Emas dari Nagari Saribu Rumah Gadang
Air Terjun Kembar Solok Selatan Kesegarannya Hakiki Banget

Dedet :

5 Tempat Yang Wajib di Kunjungi Saat Perjalanan ke Solok Selatan
Wisata Unggulan Solok Selatan, Merasakan Sensasi Menginap di Kawasan Saribu Rumah Gadang

Nanda :

Goa Batu Kapal; Keindahan Tersembunyi Yang Tercipta Dari Sebuah Kutukan
Megahnya Rumah Gadang Gajah Maaram dan Indahnya Surau Menara di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Solok Selatan

Bang Barra :

“Terbenam” Dalam Keelokan Goa Batu Kapal, Solok Selatan

3 thoughts on “Menginap di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Lebih Seru Dari Hotel!

  1. Sughoi bang meeennn
    Sukses banget ya acara melancong solsel nya

    Minang banget ini mahh
    Duh jadi rindu kampung huhuhu

    *Aelah baru juga seminggu merantau

    XD

Leave a Reply