PERJALANAN

Pesona Solok Selatan (Sebuah Prolog)

Kehangatan di sebuah tempat yang baru kita kunjungi, (seringkali) membawa kita kembali ke tempat tersebut.

Dulu Saya sama sekali tidak mempunyai gambaran apapun tentang Kabupaten Solok Selatan. Bagi, saya dulunya Solok Selatan hanya satu kata, jauh. Karena memang untuk sampai ke sana membutuhkan perjanalan 4-5 jam melalui darat.

Dulu saya tidak tau sama sekali apa tempat wisata di sana, apa yang bisa saya kunjungi, apa yang bisa saya nikmati.

Terima kasih untuk media sosial yang telah mempermudah saya dan kita semua mendapatkan informasi. Saya kemudian kenal Solok Selatan melalui foto-foto uda nofrins di akun facebook miliknya. Air Terjun Tansi Ampek, Pangek Pisang, Kawasan Saribu Rumah Gadang dan lainnya.

Keinginan dan rasa penasaran pun muncul untuk menjelajah ke Solok Selatan. Tapi baru di akhir tahun 2016 keinginan saya tercapai. Ketika itu berkenalan dengan Uni Ade yang menjalankan Zanzi Tours. Ketika itu pariwisata Solok Selatan tengah bergeliat dengan semangatnya.

Uni Ade pun mengajak saya, dedet waktu itu untuk berkunjung bersama ke Solok Selatan. Selain saya dan Dedet waktu itu juga ikut Uni Yanti, Uda Nofrins dan Hanum yang merupakan salah satu Uni Solok Selatan.

Saya masih ingat waktu itu kami berangkat pada hari jum’at pagi. Mengawali sarapan pagi di salah satu warung di Kota Padang. Perjalanan pun berlanjut sampai di Danau Atas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Mengingat perjalanan yang masih panjang, Danau Atas sangat ideal sebagai rest area.

Kopi Solok
Kopi Solok plus Susu
Sate Padang
Sate, kenikmatan yang hqq

Selain bisa istirahat sejenak, di sini kita juga bisa menikmati kopi khas Solok, kuliner minang lainnya juga ada seperti Sate atau Soto. Menikmati semua itu sambil memandangi keindahan Danau Atas yang cantik merupakan perpaduan yang luar biasa. Kalau kata nak anak sekarang mah kenikmatan hqq.

Danau Atas Alahan Panjang
Pemandangan Danau Atas Alahan Panjang

Lanjut ke perjalanan, siang harinya di jam makan siang kami berhenti di Rumah Makan Sungai Kalu 1. Yang paling khas dan enak di Rumah Makan ini adalah Goreng Baluik (Belut) Lado Ijau (Cabe Hijau). Kenikmatan hqq lagi.


Setelah menempuh lima jam perjalanan kami akhirnya sampai di Solok Selatan. Sebelum ke penginapan di Kawasan Saribu Rumah Gadang, kami sempat mampir ke beberapa destinasi wisata sejarah di Solok Selatan yaitu Istano Rajo Balun, Istano Rajo Daulat dan Masjid Kurang Aso Anam Puluah.

Saribu Rumah Gadang, Solok Selatan
Foto bersama di salah satu Rumah Gadang tempat kami menginap

Setelah mendengar cerita dan sejarah dari tempat tersebut kami langsung meluncur ke Kawasan Saribu Rumah Gadang. di Kawasan ini ada sebanyak 130 Rumah Gadang dan 90 persen masih digunakan sebagai tempat tinggal. Dan saat ini sudah ada sebanyak 10 Rumah Gadang yang digunakan sebagai homestay atau penginapan.

Menginap di Rumah Gadang jujur saya akui memang memiliki sensasi tersendiri. Rumah Gadang yang terbuat dari kayu membuat suhu di dalamnya terjaga, ketika dingin di dalam tidak terlalu dingin, ketika panas pun begitu, suhunya relatif normal.

Ditambah dengan karamahan pemilik Rumah Gadang, kuliner khas yang disajikan dan suasana perkampungan yang hadir di sana menjadikan menginap di Kawasan Saribu Rumah Gadang merupakan sebuah kemewahan.

Solok Selatan
Kalau malam ada yang jualan kuliner minang, kerupuk kuah, godok dan lain-lain.

Itu adalah pengalaman pertama saya di Solok Selatan yang kelak akan membawa saya kembali ke sana bersama kawan-kawan Blogger Palanta. Bagaimana keseruannya? Simak dalam tulisan-tulisan berikutnya.

Tulisan lain tentang Solok Selatan :

Menginap di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Lebih Seru Dari Hotel!
Air Terjun Kembar Solok Selatan, Segarnya Dobel

Ubay :

Solok Selatan, Kilauan Emas dari Nagari Saribu Rumah Gadang
Air Terjun Kembar Solok Selatan Kesegarannya Hakiki Banget

Dedet :

5 Tempat Yang Wajib di Kunjungi Saat Perjalanan ke Solok Selatan
Wisata Unggulan Solok Selatan, Merasakan Sensasi Menginap di Kawasan Saribu Rumah Gadang

Nanda :

Goa Batu Kapal; Keindahan Tersembunyi Yang Tercipta Dari Sebuah Kutukan
Megahnya Rumah Gadang Gajah Maaram dan Indahnya Surau Menara di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Solok Selatan

Bang Barra :

“Terbenam” Dalam Keelokan Goa Batu Kapal, Solok Selatan

6 thoughts on “Pesona Solok Selatan (Sebuah Prolog)

Leave a Reply