PERJALANAN

Menikmati Itiak Lado Ijau Khas Bukittinggi

Momen lebaran sebenarnya bagi Saya adalah momen menyebalkan untuk jalan-jalan, karena banyaknya yang pulang kampung dan peningkatan volume kendaraan yang berakhir dengan kemacetan. Tapi, tidak untuk lebaran tahun ini, karena saya dan beberapa orang teman akhirnya jalan-jalan ketika lebaran.

Tempat yang kami tuju merupakan tempat wisata paling mainstream se-Sumatera Barat, Bukittinggi. Niat awal sih cuma ke Taruko Cafe yang berada di Nagari Lambah. Secara administratif sih berada di Kabupaten Agam tapi untuk menuju ke sana memang lebih baik lewat Kota Bukittinggi.

Kami berencana berangkat pukul 07.00 wib dari Kota Padang untuk menghindari macet, tapi karena ini merupakan Komunitas Jarang Tidur Cepat, alhasil membernya pun bangun kesiangan. Pukul 09.00 wib lebih kurang, Ranggi, Dedet, Fauzi, Nanda dan Nemo baru berangkat dari Padang. Sementara saya menunggu di jalan lintas Padang – Bukittinggi tepatnya di Lubuk Alung karena malamnya berada di kampung.

Idealnya, jalur lintas utama ke Bukittinggi dari Padang melewati Lembah Anai, dimana kita bisa dapat tambahan view air terjun lembah anai yang berada di pinggir jalan. Tapi, berdasarkan informasi dari infosumbar bahwa terjadi kemacetan di Lembah Anai, kami pun melalui jalan alternatif via Malalak.

Malalak sebenarnya jalur lintas alternatif yang cukup bagus untuk menuju dan dari Bukittinggi. Hanya saja kalau hujan tidak disarankan melewati jalur ini karena sangat rawan dengan longsor. Selama perjalanan kami menemui setidaknya dua titik bekas longsor baru.

Sekitar pukul 11.00 wib siang kami sudah sampai di Bukittinggi. Lapar pun menyerang kerena memang sudah memasuki jam-jam makan siang. Kami pun tidak langsung menuju Taruko Cafe, tapi berbelok arah dulu ke Rumah Makan Lansano Jaya.

Jika teman-teman ke Kota Bukittinggi jangan lupa untuk mencicipi salah satu kuliner khas terbaik di sini yaitu Itiak Lado Ijau (Itik Cabe Hijau). Salah satu tempat untuk menikmati kuliner nikmat ini adalah di Rumah Makan Lansano Jaya.

Itiak Lado Ijau
Itiak dalam pose seksi

Beeeeuuuuh… bentuknya aja udah bikin ngiler. Rasanya mah jangan ditanya. Bikin candu dan pengen nambah terus. Itiak Lado Ijau sendiri awalnya berasal dari Koto Gadang kalau tidak salah. Saya lupa-lupa ingat sih ceritanya.

Ada yang nanya juga, kenapa itiak lado ijau bukan dari Payakumbuh, kan pacu itiak ada di Payakumbuh. Nah, kalau ini saya belum dapat ceritanya.

Selain itiak lado ijau di Lansano Jaya ini juga ada kuliner khas namanya Gulai Ikan Batalua (Gulai Iklan Bertelur). Jadi ikannya digulai, tapi ikan yang lagi hamil, ada telurnya.

Gulai Ikan Batalua
Tahaan seleraaa tahaaaan

Kalau hidangan keseluruhannya begini nih

Soal harga…. Maaf saya lupa karena keenakan… hehehehe. Tapi kemarin makan rame-rame habis tiga mangkok besar nasi untuk enam orang kami kena sekitar 300.000 ribuan. Makannya pada buas sih.

Sekian update jalan-jalan pas lebaran kemarin. Oiya, kalau mau jalan-jalan ke Sumbar mending jangan pas libur besar seperti Lebaran, Natal atau Tahun Baru, macet dimana-mana. Di luar itu lebih enak dan lebih bisa menikmati keindahan Sumbar dan nikmat kulinernya.

4 thoughts on “Menikmati Itiak Lado Ijau Khas Bukittinggi

    1. hehehe… hayuuuk sini lagi. Sama sama banget. Tempat yang kita duduk waktu itu ada Bang Karninya. Padahal mau di situ karena kami rame :))

        1. iya, entah kenapa kemarin itu rutenya mirip. Habis makan ini langsung nongkrong di Taruko, Tabiang Takuruang. Aamiin. Semoga.

Leave a Reply